Vibe Coding Tidak Membunuh Programmer, Berhenti Lebay
Belakangan ini sering banget gua ketemu orang yang bilang hal seperti ini:
“AI udah bisa coding sendiri, programmer bakal mati.”
Dan setiap kali gua denger kalimat itu, reaksi pertama gua selalu sama sigh.
Vibe coding memang lagi naik daun. Barrier to entry untuk bikin software sekarang lebih rendah dari sebelumnya, dan itu hal yang bagus. Tapi dari situ langsung loncat ke kesimpulan “programmer akan punah”? Gua rasa kita perlu ngobrol.
AI itu belajar dari programmer yang ada sekarang
Ini hal yang sering dilupain orang: AI itu bukan entitas yang muncul dari langit. Model-model ini ditraining dari jutaan baris kode yang ditulis manusia dari GitHub, GitLab, Codeberg, dan sejenisnya.
Kalau programmer beneran “mati”, kita langsung masuk ke chicken-egg problem yang serius. Vibe coder minta AI benerin bug, tapi AI gak punya data baru karena gak ada lagi programmer yang nulis kode baru. Lingkaran setan. Jadi premis “programmer akan hilang” itu kontradiksi dengan cara AI sendiri berkembang.
AI bisa, dan akan, halusinasi
Gak peduli seberapa jago lo ngeprompt AI tetap bisa halusinasi. Dan ini bukan cuma soal jawaban yang salah dikit, ini bisa fatal.
Bayangin AI yang tanpa sadar nulis query yang ngedelete isi database production lo. Atau deploy konfigurasi yang salah ke server. AI gak akan tanggung jawab. Lo yang tanggung jawab.
Kalau lo gak punya basic coding sama sekali, lo gak akan tau ada yang salah sampai semuanya udah terlambat.
Debugging tetap butuh manusia
Skill debugging itu bukan sesuatu yang bisa lo dapet dari vibe coding. Itu hasil dari jam terbang dari trial and error, dari pernah bikin sesuatu yang rusak terus diperbaiki sendiri.
Programmer adalah orang yang bisa liat output AI, ngerasa ada yang off, dan tau harus ngecek bagian mana. Intuisi itu gak bisa di-prompt.
Jadi gimana?
Gua gak anti vibe coding. Sama sekali tidak. Kalau lo mau pakai AI buat nulis kode, silakan itu tools yang powerful dan sayang kalau gak dimanfaatkan.
Tapi kalau ada yang bilang “programmer bakal kehilangan pekerjaan karena vibe coding” itu misleading. Framing yang lebih tepat bukan vibe coder vs programmer, tapi siapa yang bisa memanfaatkan teknologi ini dengan paling efektif.
Dan orang yang paling efektif memanfaatkan AI coding tools? Ya orang yang ngerti coding. Karena mereka tau kapan AI bener, dan kapan AI lagi ngaco.
Kuasai dasarnya dulu. Sisanya bisa pakai AI sepuasnya.